kambingtempur

Friday, December 25, 2009

Sampah Di Tengah Jalan (Mengenaskan)

Hari jumat kemarin (24/12/2009) memang hari yang sungguh menyebalkan. Ketika dalam perjalanan menuju rumah sang monyet ( panggilan sayank pacar), seperti biasa lampu merah bertebaran di setiap perempatan ketika menuju rumah sang pacar. Ketika berhenti di perempatan jalan parangtritis di riong road selatan, Yogyakarta gara-gara kena lampu merah di depan saya ada bis antar propinsi yang penumpang di bagian belakang secara senagaja membuang plastic bekas untuk membungkus es jeruk. Hampir saja sampah tersebut mengenai kepala bapak-bapak di depan saya. Dalam hati untung nggak kena kepala saya, soalnya berdasarkan pengalaman yang lalu ketika dalam perjalanan pulang ke rumah, pernah sebuah mangga meluncur dari dalam bus dan mendarat tepat di kepala saya. Ketika itu posisi saya yang sedang mengenarai motor satria merah ku berdampingan dengan laju bus yang cukup kencang. Huff, untung saat itu saya memakai helm, sehingga tidak beresiko parah juga.
Ketika liat orang buang sampah platik bekas tempat es jeruk di jalan, emosi saya seketika itu juga naik tak terkendali, pengen maki-maki tuh orang, tapi kok keburu lampu berwarna hijau. Dalam hati saya apa gak sadar tuh orang membuang sampah sembarangan. Mereka punya otak gak sih, gak bias jaga kebersihan sama sekali. Coba saja kalau aturan di Indonesia membuang sampah sembarangan dikenakan denda. Mungkin banyak pihak ada yang pro, namun ada juga yang kontra dengan alasan kemanusian. Tapi inilah yang terjadi jika masyarakat terlalu bebas, membuang sampah saja seenaknya. Mereka gak pernah berfikir dampak yang akan terjadi nantinya.

Saya sendiri lebih setuju apabila membuang sampah di kenakan denda, namun denda yang diterapkan juga masih dalam batas kewajaran atau kemanusian. Menurut saya pemerintah kurang disiplin dalam membina rakyatnya. Seperti seorang ayah yang membiarkan hidup bebas, namun tau-tau anaknya terjerat kasus narkoba. Bagaimana manusia akan dihargai alam apabila manusia tidak pernah mengargai lingkungan meraka tinggali sendiri. Membuang samapah di semabrang tempat, bahkan di sungai yang menyebabkan terhambatnya aliran sungai di mana pada akhirnya hanya berdampak banjir. Kadang

Tidak hanya sampah bungkuh es jeruk saja yang sering saya lihat, ketika itu saya pernah juga melihat dengan kepala mata saya sendiri seorang ibu-ibu yang menaiki mobil innova di perempatan jalan.wates juga membuang sampah kulit buah aslah dalam jumlah yang cukup banyak, pernah juga saya ketika dalam perjalanan pulang juga melihat seorang kondektur truk pengangkut barang meludah seenaknya di jalanan. Dalam hati saya orang itu punya otak nggak sih. Seandainya ludah yang dibuang tepat mengenai orang lain tentunya sangat menganggu. Masih banyak lagi pengalaman saya melihat orang-orang seperti itu yang membuang asmpah atau ludah di jalanan. Mungkin orang-orang yang seperti ini yang sering saya anggap orang yang memiliki mental egois dan idot. Seakan-akan jalan punya mereka sendiri, saya anggap idiot karena sudah tau sampah kenapa harus dibuang disembarang tempat. Seandainya posisi mereka ketika di jalan kemudian dilempar sampah oleh orang lain tentunya mereka juga akan marah.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home